Menguatkan Peran Pemuda dalam Pemilu, HIMAHI UNISRI Gelar Praktisi Mengajar Bersama KPU Sragen
Surakarta, kab-sragen.kpu.go.id – Demokrasi bukan hanya soal memilih, tetapi juga menjamin kesejahteraan dan masa depan bangsa. Untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pemilu berkualitas dan partisipasi aktif kaum muda, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI) UNISRI Kabinet Akasacita menyelenggarakan kegiatan Praktisi Mengajar – Seminar Democracy & Welfare bertema “Demokrasi melalui Pemilu Berkualitas dan Partisipasi Aktif Remaja.”
Kegiatan ini men
ghadirkan dua narasumber: Irwan Sehabudin, Anggota KPU Kabupaten Sragen, serta Putri Amaranggana Kusumaningrum, alumni Program Studi Hubungan Internasional UNISRI sekaligus Juara 1 Putri Duta Genre Jawa Tengah 2022. Seminar berlangsung di Gedung Kampus II UNISRI pada Selasa, 24 Februari 2026, dan dihadiri oleh civitas akademika Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FISIP UNISRI, Dr. Herning Suryo Sarjono, M.Si., kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana Dyah Juli Ayu Pramesti dan Ketua HIMAHI UNISRI Shevina Meynin Cahyatri. Setelah penyerahan cenderamata kepada narasumber, kegiatan memasuki sesi inti.
Dalam pemaparannya, Irwan Sehabudin mengajak generasi muda untuk menjadi pemilih cerdas yang mampu berpikir kritis dan berkontribusi dalam penyelenggaraan pemilu. Ia menyoroti persoalan akut dalam demokrasi Indonesia, yaitu politik transaksional yang dinilai sangat membahayakan kualitas pemilu. Irwan juga menegaskan pentingnya peran lembaga penyelenggara pemilu—KPU, Bawaslu, dan DKPP—untuk menjalankan tugas dan kewenangannya sesuai regulasi.
Irwan menjelaskan bahwa konstitusi mengamanatkan agar kedaulatan negara berada sepenuhnya di tangan rakyat. Pemilu menjadi instrumen untuk memastikan rakyat memilih pemimpin yang amanah dan berkomitmen mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ia menambahkan bahwa peran pemuda sangat strategis, mengingat secara nasional jumlah pemilih muda mencapai 57 persen, sementara pada Pilkada Sragen angka tersebut mencapai 51 persen, terdiri dari Generasi Z dan milenial. Dengan proporsi sebesar itu, pemuda memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah kepemimpinan nasional.
Sementara itu, narasumber kedua, Putri Amaranggana Kusumaningrum, menekankan pentingnya partisipasi aktif kaum muda, khususnya mahasiswa, dalam menyikapi dinamika politik nasional termasuk pemilu. Ia mengingatkan bahwa dalam menentukan sikap dan menyampaikan aspirasi, generasi muda perlu memiliki dasar pemikiran yang jelas agar tidak sekadar ikut-ikutan. [IS/A]